ISTANAGARUDA.COM – Pemerintah mengerahkan puluhan pesawat dan lebih dari 54 ribu personel gabungan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sejak Agustus 2026.
Operasi penanganan dilakukan secara terpadu dari darat maupun udara dengan sasaran utama memadamkan titik api, menghambat penyebaran kebakaran, mengurangi dampak asap, serta menjaga keselamatan masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan seluruh kekuatan yang tersedia terus digerakkan untuk mempercepat penanganan karhutla.
“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” demikian keterangan tertulis Seskab Teddy dalam unggahannya pada Minggu, 20 September 2026.
Upaya tersebut menghadapi tantangan besar karena karakteristik wilayah Indonesia yang luas, termasuk keberadaan lahan gambut yang memiliki tingkat kesulitan tersendiri ketika terjadi kebakaran.
Meski kondisi lapangan tidak mudah, pemerintah menyatakan operasi pemadaman terus berlangsung tanpa henti dengan mengandalkan kekuatan darat dan udara.
“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” lanjutnya.
Dari sektor udara, pemerintah telah mengoperasikan 64 pesawat sejak Agustus untuk mendukung upaya pemadaman melalui metode water bombing.

















































Discussion about this post