Arsitektur Cosmos 3 menggabungkan reasoning transformer dengan expert generation transformer.
Kombinasi keduanya memungkinkan sistem memahami interaksi objek, pola pergerakan, serta hubungan ruang dan waktu sebelum menghasilkan video maupun prediksi tindakan.
NVIDIA juga memperluas ekosistem Cosmos dengan menghadirkan beragam dataset baru.
Dataset tersebut mencakup robotika, simulasi fisika, pergerakan manusia, kendaraan otonom, keselamatan gudang, hingga penalaran spasial.
Selain itu, platform ini dilengkapi kemampuan AI fisik baru untuk rekonstruksi adegan berbasis jaringan saraf, pembuatan citra cacat industri secara sintetis, dan augmentasi video.
Perusahaan konsultan global Deloitte menilai integrasi AI yang semakin canggih dalam sistem robotika akan mempercepat adopsi robot di berbagai sektor industri.
Robot tidak lagi hanya digunakan di pabrik, tetapi juga berpotensi berkembang ke berbagai bidang lainnya.
Deloitte memperkirakan kapasitas kumulatif robot industri yang terpasang di seluruh dunia dapat mencapai 5,5 juta unit pada tahun 2026.
Pendiri sekaligus Chief Executive Officer NVIDIA, Jensen Huang, menegaskan bahwa era baru AI fisik sudah semakin dekat.
“Ledakan besar AI fisik sudah berada di depan mata berkat terobosan dalam penalaran multimodal, bahasa, visi, dan model dunia.”
“Keluarga omnimodel terbuka terdepan Cosmos 3 memberikan lompatan kemampuan generasi baru bagi para pengembang untuk membangun robot, kendaraan otonom, dan AI visual yang dapat memahami, bernalar, merencanakan, serta bertindak di dunia fisik.”


















































Discussion about this post