Armstrong dan Rucker ditangkap di Los Angeles pada 31 Desember 2025.
Sementara Chindavanh lebih dahulu diamankan di Sunnyvale pada 22 Desember 2025.
Jaksa Amerika Serikat Craig Missakian menyebut skema kejahatan tersebut sebagai aksi yang terorganisasi, nekat, brutal, dan sangat berbahaya.
“Orang-orang ini, sebagaimana dituduhkan, meneror para korban mereka dengan harapan dapat mencuri cryptocurrency dalam jumlah sangat besar,” ujar Craig Missakian.
“Kami tidak akan lengah dan akan terus melakukan segala upaya agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” lanjutnya.
Apabila terbukti bersalah atas seluruh dakwaan, ketiga terdakwa menghadapi hukuman federal yang sangat berat.
Setiap dakwaan konspirasi perampokan dan percobaan penculikan memiliki ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara serta denda hingga 250 ribu dolar AS.
Sementara dakwaan konspirasi penculikan dapat berujung hukuman penjara seumur hidup.
Armstrong dan Rucker dijadwalkan hadir di hadapan Hakim Magistrat Amerika Serikat Thomas Hixson pada 12 Mei untuk penunjukan penasihat hukum.
Sedangkan Chindavanh dijadwalkan menjalani sidang status perkara di hadapan Hakim Distrik Amerika Serikat Trina Thompson pada 26 Juni mendatang.
Pihak berwenang menegaskan seluruh terdakwa tetap dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah di pengadilan.
Kasus ini juga memperlihatkan meningkatnya tren serangan fisik terhadap pemilik aset digital di berbagai negara.
Perusahaan keamanan blockchain CertiK mencatat serangan terhadap pemilik cryptocurrency meningkat 41 persen dalam empat bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.














































Discussion about this post