Hingga kini belum diketahui secara pasti produk Apple mana yang nantinya akan menggunakan chip hasil produksi Intel.
Namun, kerja sama ini diyakini akan membantu Apple mendiversifikasi rantai pasok manufakturnya.
Saat ini Apple masih sangat bergantung pada TSMC yang kapasitas produksinya sering terbatas akibat tingginya permintaan chip AI generatif dari perusahaan seperti NVIDIA dan AMD.
Tim Cook sebelumnya juga pernah mengungkapkan bahwa penjualan iPhone sempat terganggu akibat keterbatasan pasokan.
Dengan memindahkan sebagian produksi ke Intel, Apple dapat mengurangi ketergantungan pada satu pemasok dan satu kawasan produksi saja.
Langkah itu sekaligus membantu Apple mengurangi risiko geopolitik serta gangguan logistik yang selama ini melekat pada rantai pasok Asia.
Selain meningkatkan fleksibilitas produksi, strategi multi-foundry juga memungkinkan Apple merespons lonjakan permintaan perangkat iPhone maupun Mac dengan lebih cepat.
Jika kerja sama ini benar-benar difinalisasi, Intel berpeluang mempercepat kebangkitannya di sektor manufaktur chip canggih dan meningkatkan persaingan langsung dengan TSMC.
Bagi Apple, model produksi dengan lebih banyak mitra akan membuat pengembangan produknya menjadi lebih aman dan stabil.
Sementara bagi Amerika Serikat, peningkatan kapasitas produksi chip dalam negeri menjadi bagian penting dalam mempertahankan dominasi teknologi global di tengah persaingan industri semikonduktor yang semakin ketat.(*)














































Discussion about this post