Laporan dari Wall Street Journal mengenai kerja sama tersebut langsung memicu sentimen positif di pasar saham.
Saham Intel dilaporkan melonjak sekitar 14 persen sebelum kembali naik sekitar 6 persen dalam perdagangan pra-pasar hingga menyentuh angka US$130,13.
Pemerintah Amerika Serikat disebut memainkan peran besar dalam mendorong tercapainya pembicaraan antara Intel dan Apple.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Washington untuk memperkuat industri chip domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap manufaktur Asia.
Pada 2025, Pemerintah AS bahkan mengubah hibah federal senilai US$9 miliar menjadi kepemilikan saham di Intel melalui kesepakatan dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan.
Transaksi itu membuat pemerintah menjadi pemegang saham terbesar Intel dengan kepemilikan sekitar 10 persen.
Wall Street Journal melaporkan bahwa seorang pejabat pemerintahan mengatakan tujuan utama langkah tersebut adalah memperkuat Intel sebagai produsen chip utama Amerika Serikat.
“Secara umum, kami ingin dan telah membantu Intel. Kami telah berusaha mendatangkan bisnis untuk Intel.”
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, juga disebut beberapa kali bertemu dengan CEO Apple, Tim Cook, sepanjang tahun terakhir.
Selain itu, Howard dilaporkan turut berdiskusi dengan CEO SpaceX Elon Musk dan CEO NVIDIA Jensen Huang guna mendorong kolaborasi dengan Intel.
Kemitraan ini memperlihatkan keseriusan pemerintah Amerika Serikat dalam memperluas produksi chip di dalam negeri dan memperkuat industri manufaktur teknologi strategis mereka.














































Discussion about this post