Pertumbuhan pendapatan perusahaan juga memperkuat alasan di balik valuasi fantastis itu.
Sumber dalam laporan menyebut pendapatan tahunan Anthropic diperkirakan dapat melampaui 45 miliar dolar AS.
Angka tersebut melonjak tajam dibanding posisi akhir 2025 yang berada di sekitar 9 miliar dolar AS.
Di sisi lain, OpenAI juga terus memperkuat langkah bisnisnya dalam perlombaan AI global.
Laporan Reuters pada Oktober 2025 menyebut OpenAI sedang mempertimbangkan proses regulasi menuju penawaran saham perdana atau IPO paling cepat pada paruh kedua 2026.
Chief Financial Officer OpenAI, Sarah Friar, bahkan disebut menargetkan kemungkinan IPO pada 2027.
OpenAI sendiri telah mencatat pendapatan tahunan lebih dari 25 miliar dolar AS.
Pendanaan terbaru perusahaan itu menghasilkan komitmen modal sebesar 122 miliar dolar AS dengan valuasi pasca pendanaan mencapai 852 miliar dolar AS.
Meski begitu, tekanan biaya operasional masih menjadi tantangan besar bagi OpenAI.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pendapatan OpenAI pada 2025 berada di kisaran 13 miliar dolar AS, sementara pengeluarannya mendekati 8 miliar dolar AS.
Perusahaan tersebut juga dikabarkan menargetkan belanja komputasi hingga sekitar 600 miliar dolar AS sampai tahun 2030.
Anthropic sendiri terus memperluas pengaruhnya di sektor layanan AI perusahaan.
Perusahaan itu baru saja mengumumkan pembentukan layanan AI enterprise baru bersama Blackstone, Hellman & Friedman, dan Goldman Sachs.
Kemitraan tersebut bertujuan membantu perusahaan menengah memanfaatkan Claude dalam operasional inti bisnis mereka.

















































Discussion about this post