AMPAS juga menyatakan memiliki hak meminta informasi tambahan terkait penggunaan AI generatif apabila muncul keraguan mengenai tingkat keterlibatan manusia dalam karya yang dinilai di Oscars.
Meskipun teknologi canggih telah lama menjadi bagian penting dalam perfilman, termasuk penggunaan CGI sejak era 1990-an, AI dinilai berbeda karena memungkinkan otomatisasi besar-besaran hanya melalui perintah sederhana.
Teknologi AI generatif kini bahkan mulai meniru pekerjaan manusia di industri film sebagaimana yang terjadi di berbagai sektor lain.
Fenomena tersebut terlihat dari kemunculan kembali aktor mendiang Val Kilmer dalam proyek film baru hingga munculnya karakter AI palsu yang bisa menjadi bintang global.
Kontroversi penggunaan AI sebenarnya sudah memanas sejak aksi mogok serikat penulis Hollywood pada 2023.
Kala itu, para penulis menyoroti kekhawatiran bahwa studio film dan televisi dapat memanfaatkan AI untuk menulis naskah tanpa melibatkan manusia secara penuh.
Namun Academy baru mengambil langkah pembatasan resmi terkait AI dalam perfilman pada tahun ini.
Perdebatan mengenai etika penggunaan AI di ruang kreatif juga semakin tajam di Hollywood.
Aktor populer Matthew McConaughey bahkan sempat menyinggung kemungkinan AI ikut memenangkan Oscar di masa depan.
“Teknologi itu sudah pasti akan menyusup ke kategori kami. Apakah nanti akan menjadi kategori tersendiri? Apakah dalam lima tahun kita akan memiliki penghargaan untuk film AI terbaik?” kata Matthew.
Kemunculan aktris AI generatif bernama Tilly Norwood pada 2025 juga memicu kemarahan besar di Hollywood.
















































Discussion about this post