“Indonesia dan Mesir terus bersepakat untuk melanjutkan kontribusi dalam mendorong proses perdamaian dan memberi bantuan kemanusiaan segera untuk Palestina, termasuk dalam pemulihan dan rekonstruksi Gaza,” ujar Presiden Prabowo.
Kedua negara juga menyerukan pengendalian diri dan penurunan ketegangan di Timur Tengah dengan tetap menjunjung kedaulatan negara, hukum internasional, serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Prabowo mengingatkan bahwa eskalasi konflik tidak hanya membahayakan keselamatan warga sipil, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas dunia dan perekonomian global.
“Kami terus menganjurkan deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan, hukum internasional, sesuai dengan piagam PBB, serta menekankan pentingnya dialog dan diplomasi. Setiap eskalasi akan memberi dampak yang sangat merugikan kondisi keselamatan rakyat sipil, serta stabilitas dunia, terutama perekonomian global,” tandas Presiden Prabowo.
Kerja Sama Pendidikan Diperluas, Al-Azhar Jadi Salah Satu Fokus
Selain memperkuat koordinasi diplomatik, Indonesia dan Mesir juga berupaya mempererat hubungan antarmasyarakat melalui peningkatan kerja sama pendidikan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Prabowo menyoroti besarnya jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar, yang selama ini menjadi salah satu pusat pendidikan penting bagi pelajar Indonesia.
“Di bidang pendidikan kita ketahui bersama bahwa jumlah mahasiswa-mahasiswa kita sangat besar yang sedang menempuh pendidikan di Mesir. Hubungan kita dengan Universitas Al-Azhar sudah cukup lama dan sekarang hubungan itu ingin kita tingkatkan,” ujar Presiden Prabowo.

















































Discussion about this post