“Pilihannya adalah pada diri kita. Apakah kita berani memilih jalan kebenaran? Atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah? Kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini? Kekuatan yang menghina rakyat? Kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin? Padahal kita negara yang sangat kaya,” katanya.
Prabowo juga menyinggung adanya ancaman dan intimidasi yang diterima sejumlah anggota Satgas PKH, termasuk tekanan yang disebut turut menyasar keluarga mereka.
Karena itu, Presiden menyampaikan penghargaan kepada para anggota satgas yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi berbagai bentuk tekanan.
“Saya terima kasih yang masih mau berjuang bersama saya. Berjuang untuk rakyat kita. Berjuang untuk mereka yang tidak bisa bicara. Mereka yang tidak punya apa-apa,” ujar Presiden.
“Percayalah, kebenaran akan menang. Percayalah, kita di atas jalan yang benar. Kita tidak ragu-ragu,” tambahnya.
Jaksa Agung ST Burhanuddin turut menilai capaian Satgas PKH sebagai bagian dari kehadiran negara dalam menjaga kekayaan alam sekaligus memastikan hukum dijalankan.
Menurutnya, sumber daya yang dikuasai negara harus dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat secara maksimal.
“Bagi kami, capaian tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kekayaan alam, menegakkan kewibawaan hukum, dan memastikan bahwa sumber daya yang merupakan milik negara pada akhirnya dapat diberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” tutur Jaksa Agung.
Selain persoalan penguasaan kembali kawasan hutan dan pemulihan penerimaan negara, Prabowo menyoroti tantangan lain yang masih dihadapi pemerintah dalam membenahi tata kelola negara.



















































Discussion about this post