Presiden Prabowo mengatakan hasil tersebut merupakan bukti konkret dari kerja lintas lembaga dalam mengamankan kekayaan yang menjadi milik negara.
Ia menyebut Satgas PKH melibatkan 12 institusi yang bekerja bersama dalam menjalankan upaya tersebut.
“Hari ini sekali lagi kita menyaksikan hasil nyata dari kerja keras Satgas PKH yang terdiri dari tadi disebut 12 institusi bekerjasama dalam rangka menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara. Acara seperti ini sudah yang ke-8 kali dan total uang tunai yang diserahkan kurang lebih sudah Rp 52 triliun, sekitar USD3 miliar yang kita selamatkan dalam 2 tahun,” tutur Presiden.
Jika dikonversikan menggunakan asumsi kurs sekitar Rp16.500 per dolar AS, nilai USD3 miliar tersebut setara kurang lebih Rp49,5 triliun, sehingga angka sekitar Rp52 triliun yang disebut Presiden mencerminkan capaian penerimaan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Di tengah capaian itu, Prabowo juga mengingatkan bahwa upaya menyelamatkan kekayaan negara bukan pekerjaan yang mudah.
Presiden mengaku memahami adanya tantangan yang harus dihadapi para anggota Satgas PKH selama menjalankan tugas.
“Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan ini. Saya mengerti dan saya paham bahwa tantangan yang saudara hadapi tidak ringan,” ucap Presiden.
Menurut Prabowo, pemberantasan praktik yang merugikan negara akan selalu berhadapan dengan pihak-pihak yang selama ini memperoleh keuntungan dari kecurangan.
Meski demikian, Kepala Negara menegaskan pemerintah harus tetap memilih jalan yang berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kepentingan masyarakat.



















































Discussion about this post