Menurut Prabowo, ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi penting bagi kemandirian nasional.
Ia menyebut pemerintah saat ini telah menyiapkan cadangan pangan sekaligus mengantisipasi berbagai ancaman terhadap produksi, termasuk kondisi cuaca ekstrem, El Nino, dan kekeringan.
“Alhamdulillah swasembada pangan sudah, cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah antisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan, kita siap,” ungkap Presiden.
Prabowo kemudian menyoroti sektor energi yang menurutnya juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kemampuan Indonesia berdiri dengan kekuatan sendiri.
Presiden menyebut Indonesia sejak 1 Juli lalu tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri karena kebutuhan tersebut telah dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri.
Salah satu sumber kekuatan tersebut, menurut Prabowo, berasal dari kekayaan sumber daya alam Indonesia, termasuk kelapa sawit yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah sekaligus sumber energi.
“Dari mana? Dari kelapa sawit. Dari tanaman, Yang Maha Kuasa telah memberi karunia kepada kita. Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib. Tanaman ajaib, tanaman pangan ajaib,” ucap Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan pesan khusus kepada para santri dan santriwati Gontor yang dipandang sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
Presiden mengajak mereka memandang masa depan Indonesia dengan optimisme dan mempersiapkan diri untuk mengambil estafet kepemimpinan nasional.


















































Discussion about this post