Setelah sambutan tersebut, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor kepada Presiden Prabowo.
Mushaf Gontor menjadi salah satu legasi peringatan satu abad PMDG yang proses penulisannya dimulai sejak 2023 dengan melibatkan lingkungan santri dan guru Gontor.
Para tamu juga menyaksikan video “Perjalanan 100 Tahun Gontor Mengabdi untuk Bangsa dan Dunia” yang menggambarkan kiprah pondok tersebut sepanjang satu abad.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Grand Sheikh Prof. Dr. Muhammed Abdelrahman Mohamed Eldweny.
Di hadapan keluarga besar Gontor dan lebih dari 8 ribu undangan, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukur dapat hadir dalam peringatan bersejarah tersebut.
“Kita bersyukur atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini, dalam acara yang sangat istimewa ini, yaitu resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur,” ujar Presiden.
Namun, di balik perayaan satu abad perjalanan pendidikan Gontor, Prabowo juga membawa pesan mengenai tantangan Indonesia menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian.
Presiden menilai berbagai konflik dan peperangan yang terjadi di sejumlah wilayah menjadi pengingat bahwa Indonesia harus memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan strategisnya sendiri.
“Di tengah dunia sekarang, dunia yang penuh dengan konflik, bahkan dengan perang-perang di mana-mana, ini membuktikan bahwa apa yang sudah lama saya utarakan, kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain,” ujar Presiden.


















































Discussion about this post