Jika sumber daya, kapasitas produksi, teknologi, modal, dan kemampuan industri antarnegara dapat dipadukan, BRICS memiliki peluang besar untuk membangun kekuatan ekonomi yang semakin mandiri dan berdaya saing.
Presiden juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan dunia saat ini tidak berdiri sendiri karena saling berkaitan antara pangan, energi, industri, perdagangan, investasi, lapangan kerja, hingga kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, tantangan global menurut Prabowo seharusnya tidak semata-mata dilihat sebagai ancaman, melainkan dapat diubah menjadi peluang melalui kerja sama yang lebih kuat.
“Bersama-sama kita dapat mengubah tantangan-tantangan yang saling terkait ini menjadi peluang untuk investasi yang lebih besar, industri yang lebih kuat, dan lebih banyak lapangan kerja serta peluang yang lebih baik bagi rakyat kita. Pertumbuhan yang menjangkau jutaan rakyat kita akan membuat bangsa kita lebih tangguh,” tutur Presiden.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pandangan Prabowo bahwa ukuran ketangguhan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya atau kekuatan ekonominya, tetapi juga oleh seberapa luas manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.
Dalam kerangka tersebut, pembangunan yang inklusif dan inovasi menjadi elemen penting untuk mengubah potensi yang dimiliki negara-negara BRICS menjadi kekuatan kolektif.
“Hal itu hanya dapat dicapai ketika pembangunan bersifat inklusif dan, jika dipadukan dengan inovasi, kekuatan kolektif kita dapat menjadi kekuatan yang dahsyat, mengubah kelangkaan menjadi kapasitas,” lanjut Presiden.



















































Discussion about this post