“Di bawah Presidensi India, kami telah memfokuskan semua upaya kami pada prinsip-prinsip utama ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan. Saya bersyukur bahwa dengan bantuan dan dukungan Anda, kami telah mampu mengubah visi kami dengan lancar menjadi visi yang berkelanjutan,” tutur PM Modi.
Setelah pengantar Modi, para pemimpin negara mendapat kesempatan menyampaikan pandangan mengenai bagaimana BRICS dapat membentuk pola pertumbuhan global yang tidak hanya lebih cepat, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Dalam forum tersebut, Prabowo menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu contoh nyata bagaimana pembangunan kapasitas nasional dapat memberikan dampak yang melampaui kepentingan domestik.
Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia kini sedang mengalami perubahan besar dalam sektor pangan, dari negara yang selama bertahun-tahun bergantung pada impor sejumlah komoditas menjadi negara yang memiliki kemampuan untuk mengekspor.
“Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Prabowo, perubahan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan sebuah negara bukan sesuatu yang harus diterima secara permanen.
Melalui pembangunan kapasitas produksi dan penguatan kemampuan nasional, ketergantungan dapat diubah menjadi kekuatan yang bahkan mampu memberikan manfaat kepada negara lain.
Prabowo menilai pengalaman Indonesia tersebut dapat menjadi gambaran bagi negara-negara BRICS dalam mengoptimalkan kekuatan masing-masing.



















































Discussion about this post