Iman, seorang petani asal Desa Ridomanah, menjadi salah satu saksi bagaimana kondisi tersebut pernah menjadi persoalan serius bagi warga.
Ia mengatakan getek atau rakit merupakan sarana utama yang digunakan masyarakat sebelum jembatan dibangun.
Situasi menjadi jauh lebih sulit ketika banjir datang karena arus sungai terkadang membuat rakit terlepas dan tidak dapat digunakan.
Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus berenang agar dapat mencapai sisi sungai lainnya.
“Dulu waktu belum ada jembatan kadang-kadang pakai getek pak, rakit. Kadang-kadang kalau lagi musim banjir itu rakit lepas dari ini. Jadi masyarakat itu kalau nyebrang kadang-kadang renang sendiri pak. Sulit lah. Sekarang alhamdulillah adanya jembatan ini saya sangat bersyukur sekali. Alhamdulillah,” tutur Iman.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari masa lalu setelah jembatan memungkinkan warga melintasi sungai dengan kendaraan maupun berjalan kaki secara lebih aman.
Bagi Iman, perubahan itu bukan sekadar soal mempersingkat waktu perjalanan, tetapi juga memberikan rasa aman dan membuka akses yang lebih baik menuju lahan pertanian.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas pembangunan jembatan yang menurutnya telah mengubah kehidupan masyarakat setempat.
“Saya sangat terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, sangat, sangat, sangat bersyukur adanya jembatan ini. Jadi awalnya saya nyebrang kali, sekarang alhamdulillah saya bisa menyebrang jembatan ini,” katanya.
Kisah warga tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah infrastruktur sederhana dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat ketika dibangun tepat di tengah kebutuhan mereka.
















































Discussion about this post