Petani tidak lagi harus mengambil jalur memutar atau menggunakan akses di bagian bawah sungai untuk mencapai tujuan mereka.
Perubahan tersebut juga dinilai dapat memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat karena distribusi hasil pertanian maupun mobilitas warga menjadi lebih cepat.
“Harapan ke depannya bisa lebih maju perekonomian warga bisa lebih gampang lagi, bisa dilalui dengan motor. Kemarin-kemarin kan nyebrang lewat jalur bawah, tapi sekarang alhamdulillah. Berarti lebih gampang lah perekonomian kalau ada apa-apa langsung nyebrang, enggak jauh gitu, bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Pengalaman hampir serupa dirasakan Maryati, warga Desa Ridogalih yang sejak kecil tinggal di kawasan tersebut.
Ia mengenang bagaimana masyarakat dahulu mengandalkan eretan atau rakit bambu sederhana ketika hendak menuju wilayah di seberang sungai.
Bagi Maryati, pembangunan jembatan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang lebih layak.
Ia berharap pembangunan tidak berhenti pada jembatan, tetapi dilanjutkan dengan peningkatan kualitas jalan serta fasilitas lain yang menunjang kehidupan warga.
“Untuk Bapak Presiden kami selaku warga desa sini mengucapkan banyak terima kasih atas jembatan diresmikannya untuk fasilitas warga ke sawah, ke ladang gitu kan, sangat membantu sekali. Terima kasih,” ucap Maryati.
Bagi para petani, perubahan paling besar terasa ketika mereka tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk menyeberangi sungai.
















































Discussion about this post