Kepala Negara juga menekankan bahwa hubungan TNI dan Polri dengan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri kedua institusi tersebut.
Karena itu, Prabowo menilai pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat memperlihatkan bagaimana TNI dan Polri terus berupaya hadir di tengah kehidupan rakyat.
“Saudara-saudara, ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu. Saudara bukan tentara biasa, saudara bukan polisi biasa. Saudara-saudara adalah tentaranya rakyat, polisinya rakyat, lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, memberi yang terbaik untuk rakyat, dan pada akhirnya saudara juga akan kembali kepada rakyat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memaparkan perkembangan pembangunan jembatan yang dilakukan TNI AD di berbagai wilayah.
Ia menyebut sebanyak 3.008 titik jembatan telah dikerjakan oleh TNI AD, dengan 2.500 jembatan telah rampung dan 508 lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Selain pembangunan reguler, TNI AD juga mengerjakan infrastruktur jembatan di 798 titik yang berada di kawasan terdampak bencana.
“Kami sudah mengerjakan 3.008 titik jembatan, 2.500 selesai, 508 dalam proses, dan juga 798 di daerah bencana. Di daerah bencana ini juga kami blok tidak hanya daerah bencana, jadi proses di Aceh, proses di Sumatera Utara, dan Padang, kami akan pastikan bahwa seluruh jembatan di provinsi tersebut bisa terselesaikan tahun ini,” ujar KSAD.















































Discussion about this post