Jenderal Maruli menjelaskan bahwa pembangunan tersebut tidak hanya memperbaiki konektivitas antardaerah, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.
Dari ribuan jembatan yang dikerjakan, sebanyak 9.008 sekolah kini mendapatkan akses yang lebih baik.
Selain itu, infrastruktur tersebut menghubungkan 7.807 desa, sekaligus membuka akses menuju 4.502 fasilitas kesehatan dan 4.618 fasilitas ekonomi.
Secara keseluruhan, pembangunan jembatan TNI AD tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 4,5 juta masyarakat.
“Ada 9.008 sekolah terakses, sehingga anak-anak sekolah yang seperti Bapak harapkan tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi beresiko untuk mencapai sekolah,” kata Jenderal Maruli.
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan kontribusi Polri melalui pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi yang dilakukan secara swadaya.
Program tersebut telah mencakup 895 jembatan yang tersebar di 30 kepolisian daerah atau Polda.
Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai dibangun, sementara 17 unit masih dalam pengerjaan dan empat lainnya berada pada tahap perencanaan.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa kami telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda dengan rincian 874 unit telah selesai, 17 unit dalam tahap pembangunan dan 4 unit dalam tahap perencanaan,” ujar Kapolri.
Jenderal Sigit menambahkan bahwa 874 jembatan yang telah rampung memiliki panjang keseluruhan mencapai 19,2 kilometer.















































Discussion about this post