ISTANAGARUDA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan serta menghadirkan manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Acara yang digelar secara hybrid tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah sekaligus memperkuat sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar yang membutuhkan penguatan sektor industri, hilirisasi, ketahanan pangan, hingga kemandirian energi.
Namun, menurutnya, seluruh agenda pembangunan tersebut harus tetap menjadikan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama.
“Kita mau transformasi bangsa. Berarti kita perlu banyak industri hilirisasi, banyak pabrik, banyak terobosan processing. Kita butuh keamanan makan, ketahanan makan, swasembada pangan. Sudah kita capai, harus kita amankan. Dunia penuh ketidakpastian, kita harus amankan itu. Kita harus amankan energi, kita harus amankan semua itu,” ucap Presiden.
Presiden mengatakan pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup.














































Discussion about this post