Pemerintah menilai kehadiran berbagai platform pertahanan modern itu merupakan bagian dari strategi besar membangun kekuatan udara nasional yang semakin terintegrasi dan siap menghadapi berbagai ancaman.
Pesawat tempur MRCA Rafale dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan operasi udara-ke-udara maupun udara-ke-darat TNI AU melalui dukungan persenjataan modern seperti rudal jarak jauh Meteor dan smart weapon Hammer.
Sementara itu, Falcon 8X akan digunakan untuk mendukung mobilitas strategis, pengawasan, serta misi komando berlevel tinggi.
Adapun Airbus A400M diproyeksikan menjadi tulang punggung kemampuan angkut strategis dan pengisian bahan bakar di udara bagi TNI Angkatan Udara.
Di sisi lain, radar GCI GM403 akan memperkuat sistem deteksi dini nasional dalam memantau potensi ancaman udara serta membantu mengarahkan pesawat tempur terhadap sasaran yang melanggar wilayah kedaulatan Indonesia.
Sebelumnya, satu unit Airbus A400M juga telah lebih dahulu diserahkan kepada TNI pada November 2025 dan kini telah digunakan untuk mendukung berbagai operasi strategis TNI AU.
Acara penyerahan alutsista tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta para kepala staf angkatan.
Sejumlah perwakilan negara sahabat juga tampak hadir menyaksikan penyerahan sistem pertahanan modern yang menjadi simbol penguatan postur militer Indonesia di kawasan.(*)
















































Discussion about this post