Karena itu, Samsung dikabarkan sedang mempertimbangkan model layanan dua tingkat untuk sejumlah fitur berbasis AI.
Fungsi dasar yang digunakan sehari-hari kemungkinan tetap tersedia secara gratis, sedangkan integrasi pihak ketiga yang membutuhkan komputasi tinggi dan perangkat pemrosesan tingkat lanjut berpotensi ditawarkan melalui langganan berbayar.
Meski demikian, skema tersebut masih sebatas kemungkinan berdasarkan bocoran dan belum diumumkan secara resmi oleh Samsung.
Besarnya perubahan yang dirumorkan juga dapat memengaruhi jadwal peluncuran One UI 10.
Pembaruan ini diperkirakan belum siap hadir bersamaan dengan Galaxy Z Fold9 dan Galaxy Z Flip9, jika Samsung memang meluncurkan generasi Flip berikutnya tahun depan.
Sebagai gantinya, One UI 10 disebut berpeluang diperkenalkan bersamaan dengan seri Galaxy S29.
Perkiraan tersebut menarik karena peluncuran seri Galaxy S29 diprediksi berdekatan dengan peringatan sepuluh tahun One UI, sehingga menjadi momentum yang masuk akal untuk menghadirkan pembaruan besar.
Pengguna kemungkinan tidak harus menunggu hingga versi final dirilis untuk mengetahui arah pengembangannya.
Sumber yang sama menyebut Samsung berencana menyediakan versi pratinjau awal bagi pengembang jauh sebelum peluncuran resmi, sehingga perubahan yang sedang disiapkan dapat mulai diketahui lebih awal.
Di sisi lain, pengguna Galaxy juga disarankan untuk tidak menunda pembelian perangkat hanya demi menunggu One UI 10.
Strategi dukungan perangkat lunak jangka panjang Samsung disebut memungkinkan fitur-fitur baru tersebut tetap hadir pada sejumlah ponsel Galaxy S terbaru dan perangkat lipat Galaxy Z yang memenuhi persyaratan kompatibilitas.


















































Discussion about this post