Informasi dari kalender, lokasi, komunikasi, dan layanan lain berpotensi ditampilkan secara lebih terpadu sesuai kebutuhan pengguna.
Gambaran tersebut menyerupai fitur Now Nudge yang sudah dikenal di ekosistem Samsung, tetapi dengan kemampuan yang diperkirakan jauh lebih luas.
Jika diterapkan sesuai bocoran, pengguna dapat memperoleh informasi relevan dalam satu alur tanpa harus membuka banyak aplikasi secara bergantian.
Perubahan kedua berfokus pada pengurangan cognitive load, yaitu beban mental yang muncul ketika pengguna harus mengingat banyak langkah untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Samsung kabarnya ingin menyederhanakan pengalaman penggunaan dengan memangkas ketukan yang tidak perlu, menu tersembunyi, serta lapisan navigasi yang membuat proses terasa rumit.
Tujuannya adalah menghadirkan antarmuka yang lebih lancar, sehingga pengguna dapat mencapai fungsi yang dibutuhkan tanpa berhadapan dengan langkah berbelit atau jalan buntu.
Sementara itu, perubahan ketiga akan diarahkan pada penguatan ekosistem Samsung.
Perusahaan disebut ingin membuat perpindahan aktivitas atau handoff antara smartphone, tablet, dan perangkat wearable menjadi lebih praktis.
Dengan integrasi yang lebih baik, aktivitas yang dimulai di satu perangkat diharapkan dapat diteruskan ke perangkat lain dengan lebih mudah.
Selain perubahan antarmuka dan ekosistem, strategi Samsung dalam mengembangkan AI juga diperkirakan ikut mengalami penyesuaian.
Meningkatnya kebutuhan komputasi langsung di perangkat serta pemrosesan AI secara hibrida membutuhkan sumber daya dan biaya yang tidak sedikit.


















































Discussion about this post