ISTANAGARUDA.COM – Kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia kembali mendapat pengakuan setelah penerbitan obligasi global perdana Danantara Indonesia mencatat permintaan yang jauh melampaui target awal dan menghasilkan pendanaan sebesar USD1,5 miliar.
Keberhasilan tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Menurut Rosan, pada tahap awal Danantara hanya menargetkan penerbitan obligasi global senilai USD1 miliar.
Namun, tingginya minat investor membuat nilai pemesanan atau book building mencapai sekitar USD4,6 miliar.
Kondisi tersebut mendorong Danantara meningkatkan nilai penerbitan obligasi menjadi USD1,5 miliar yang dibagi dalam tenor lima tahun dan sepuluh tahun.
“Dari rencana 1 miliar dolar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih 4,6 miliar dolar. Sehingga melihat book building yang begitu tinggi, artinya kami meng-upsize atau meningkatkan dari 1 miliar menjadi 1,5 billion USD yang di mana itu dibagi menjadi 5 tahun dan juga 10 tahun,” jelas Menteri Rosan.
Rosan mengungkapkan, tingginya minat investor tidak terlepas dari rangkaian pertemuan yang dilakukan Danantara dengan para pelaku pasar global di sejumlah pusat keuangan dunia.
Kunjungan tersebut mencakup Hong Kong, Singapura, Boston, London, hingga New York.
Dalam agenda tersebut, Danantara melakukan pertemuan dengan 122 investor internasional untuk memperkenalkan instrumen investasi yang diterbitkan.


















































Discussion about this post