Selain sukses menghimpun dana melebihi target, Danantara juga memperoleh tingkat imbal hasil obligasi yang dinilai sangat kompetitif di pasar global.
Obligasi dengan tenor lima tahun ditutup dengan tingkat imbal hasil sebesar 5,35 persen.
Sementara itu, obligasi bertenor sepuluh tahun mencatat tingkat imbal hasil sebesar 5,95 persen.
“Nah ini adalah hasil yang sangat-sangat baik. Dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini riil ya,” pungkasnya.
Rosan menjelaskan, masing-masing tenor berhasil menghimpun dana sebesar USD750 juta sehingga total dana yang diperoleh mencapai USD1,5 miliar.
Ia juga memastikan proses penerbitan obligasi telah memasuki tahap realisasi.
“Karena tanggal 11 kemarin kita sudah signing dan tanggal 18 dananya akan masuk ke dalam rekening Danantara,” ungkapnya.
Melihat antusiasme investor yang sangat tinggi, Rosan optimistis Danantara memiliki peluang untuk menerbitkan obligasi dengan jangka waktu yang lebih panjang pada masa mendatang.
Menurutnya, instrumen dengan tenor hingga 30 tahun berpotensi diterbitkan seiring kuatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
“Karena appetite-nya itu sangat besar juga, karena mereka melihat bahwa Indonesia growth-nya ini relatif stabil. Ya memang ada naik turunnya, itu memang dalam cycle selalu ada, apalagi di tengah geopolitik, geoekonomi itu adalah hal-hal yang memang selalu ada dalam cycle ekonomi kita,” jelasnya.
Hal menarik lainnya dalam penerbitan obligasi global perdana Danantara adalah komposisi investor yang mendominasi pembelian surat utang tersebut.


















































Discussion about this post