Rosan menyebut Amerika Serikat menjadi penyumbang investor terbesar, sebuah capaian yang berbeda dibandingkan pola penerbitan obligasi Indonesia pada periode-periode sebelumnya.
“Investornya kurang lebih yang 5 tahun itu 38 persen itu dari Amerika Serikat, 41 persen dari Eropa dan Timur Tengah, 21 persen dari Asia, itu yang 5 tahun. Kalau yang 10 tahun, investornya 52 persen dari Amerika Serikat, 31 persen dari Eropa dan Timur Tengah, 17 persen dari Asia,” tuturnya.
Keberhasilan penerbitan obligasi global perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar internasional masih menaruh kepercayaan besar terhadap fundamental ekonomi Indonesia, sekaligus memperlihatkan optimisme investor terhadap arah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.(*)


















































Discussion about this post