Menurut Patrick, Qualcomm saat ini masih berada dalam tahap memahami sekaligus mengevaluasi cara terbaik untuk memanfaatkan teknologi 2nm Samsung pada produk-produk generasi berikutnya.
“Kami saat ini berada dalam tahap memahami dan mengevaluasi” bagaimana teknologi 2nm Samsung dapat digunakan pada produk Qualcomm di masa depan, ungkap Patrick.
Jika proses tersebut berlanjut ke tahap produksi, Qualcomm berpotensi memiliki alternatif manufaktur tambahan di luar TSMC untuk chipset generasi berikutnya.
Hubungan Qualcomm dengan Samsung juga tidak hanya terbatas pada Samsung Foundry.
Patrick menyebut Samsung Electronics, perusahaan yang juga dikenal sebagai produsen smartphone Galaxy, sebagai “mitra terkuat Qualcomm secara global” dalam bisnis seluler.
Ia menekankan bahwa kerja sama kedua perusahaan telah berlangsung selama puluhan tahun dan berkembang menjadi sebuah aliansi yang kuat di industri perangkat mobile.
Kolaborasi tersebut bahkan telah merambah ke teknologi memori generasi berikutnya.
Qualcomm dan Samsung diketahui bekerja sama dalam proses menuju komersialisasi memori LPDDR6.
Pengembangan teknologi tersebut bukan perkara sederhana karena kedua perusahaan masih menghadapi berbagai kompleksitas teknis sebelum LPDDR6 dapat diperkenalkan secara luas.
Untuk mengatasinya, tim engineering dari Qualcomm dan Samsung saat ini disebut terus bekerja bersama untuk menyelesaikan berbagai tantangan dalam penerapan teknologi memori generasi tersebut.(*)















































Discussion about this post