Profesor Max Welling yang menjabat sebagai CTO sekaligus Co-Founder CuspAI dikenal sebagai salah satu pencipta variational autoencoder dan arsitektur equivariant neural network.
Kedua pendekatan tersebut kini menjadi bagian penting dari teknologi generative molecular design yang digunakan dalam penelitian material berbasis AI.
Pertumbuhan CuspAI juga mendapatkan dukungan besar dari investor teknologi global.
Perusahaan yang berbasis di Cambridge tersebut baru-baru ini mengumumkan pendanaan Series B senilai US$450 juta atau sekitar Rp7,1 triliun dengan kurs Rp15.800 per dolar AS.
Putaran pendanaan itu dipimpin Kleiner Perkins dan NEA, serta mendapatkan partisipasi signifikan dari Bezos Expeditions milik Jeff Bezos.
Pendanaan tersebut membuat valuasi CuspAI mencapai sekitar US$2,6 miliar atau sekitar Rp41,1 triliun.
CuspAI menyatakan suntikan modal tersebut akan membantu perusahaan mempercepat ekspansi dan pengembangan teknologinya di Amerika Serikat, kawasan Asia-Pasifik, serta Eropa.
Dalam ekosistem AI Materials Foundry, NVIDIA menjadi salah satu mitra utama yang menyediakan fondasi komputasi berperforma tinggi.
Perusahaan teknologi tersebut dikenal sebagai pengembang perangkat keras dan perangkat lunak accelerated computing, termasuk GPU yang banyak digunakan untuk deep learning dan simulasi ilmiah.
Infrastruktur komputasi NVIDIA memungkinkan jaringan CuspAI melakukan penyaringan terhadap miliaran struktur molekul secara lebih cepat.
Wakil Presiden Hyperscale and HPC NVIDIA, Ian Buck, menilai perkembangan AI dalam dunia fisik akan membuka peluang baru bagi material generasi berikutnya.














































Discussion about this post