Samsung masih dapat mengubah konfigurasi, batas konsumsi daya, manajemen panas, maupun kecepatan clock sebelum Exynos 2700 memasuki tahap produksi massal.
Di sisi lain, Arm hingga kini belum mengonfirmasi secara resmi nama core yang dikaitkan dengan nomor bagian tersebut.
Identifikasi “Canyon” dan dugaan C2-Ultra sejauh ini didasarkan pada kecocokan nomor bagian, bukan pengumuman resmi dari Arm.
Karena itu, diperlukan lebih banyak hasil pengujian ketika Exynos 2700 semakin dekat dengan tahap produksi massal untuk mengetahui seberapa jauh peningkatan performanya dibandingkan Exynos 2600.
Jika kecepatan 4,24 GHz pada prime core nantinya dapat dipertahankan pada produk final tanpa mengorbankan efisiensi dan pengendalian suhu, Exynos 2700 berpotensi menjadi langkah penting Samsung dalam mempersempit jarak performa CPU dengan chipset flagship Snapdragon generasi terbaru.(*)















































Discussion about this post