Nomor bagian tersebut, yang setara dengan 0xD96 dalam format heksadesimal, diyakini berkaitan dengan core Arm yang belum diumumkan secara resmi dan dikenal dengan nama kode “Canyon”.
Core tersebut secara luas diperkirakan merupakan C2-Ultra, penerus C1-Ultra yang digunakan Samsung pada Exynos 2600.
Detail lain dari hasil pengujian juga menunjukkan kesamaan dengan perangkat rekayasa yang sebelumnya terungkap melalui Geekbench 6.
Entri terbaru masih membawa penanda S5E9975 ERD, memiliki sekitar 10,67 GB RAM yang dapat digunakan, serta menjalankan sistem operasi berbasis Android 17.
Kesamaan tersebut mengindikasikan bahwa Samsung kemungkinan besar masih menggunakan perangkat referensi rekayasa yang sama, tetapi kali ini menjalankannya dengan frekuensi CPU yang sudah tidak dibatasi seperti pada pengujian sebelumnya.
Karena Geekbench AI dirancang untuk mengukur kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan secara lokal di perangkat, hasil tersebut tidak memberikan skor CPU single-core maupun multi-core seperti pengujian Geekbench konvensional.
Meski demikian, panel informasi perangkat tetap memperlihatkan konfigurasi CPU secara lengkap, termasuk susunan klaster dan kecepatan masing-masing core.
Exynos 2700 sendiri diperkirakan akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer generasi kedua Samsung, yang dikenal sebagai SF2P.
Chipset tersebut juga diproyeksikan menjadi salah satu komponen utama keluarga Galaxy S27 yang kemungkinan baru diperkenalkan sekitar setengah tahun lagi.
Meski demikian, angka frekuensi dari sampel rekayasa belum dapat dijadikan gambaran final mengenai performa perangkat komersial.















































Discussion about this post