Keunggulan tersebut sangat bermanfaat bagi para pembuat konten maupun sineas yang ingin menghasilkan video vertikal tanpa kehilangan kualitas gambar karena proses pemotongan (cropping).
Tidak hanya itu, Sony juga menghadirkan kemampuan merekam video 16-bit Linear RAW secara internal.
Artinya, pengguna tidak lagi membutuhkan perekam eksternal untuk memperoleh file RAW berkualitas tinggi.
Dalam mode ini, FX5 dapat menghasilkan output penuh dari sensor berformat 3:2 pada resolusi 5K 60 fps, dan nantinya meningkat menjadi 5K 120 fps setelah pembaruan perangkat lunak tersedia.
Untuk penyimpanan RAW, Sony menggunakan format profesional X-OCN yang tersedia dalam varian codec LT, C1, dan C2 dengan tingkat kompresi berbeda sehingga proses penyimpanan menjadi lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas.
Sony juga memperkenalkan fitur Dual Gain Shooting untuk pertama kalinya pada lini kamera FX.
Teknologi tersebut menggabungkan data dari penguatan (gain) rendah dan tinggi sehingga menghasilkan rentang dinamis yang lebih luas sekaligus menekan tingkat noise, terutama ketika digunakan pada kondisi pencahayaan minim.
Kamera ini memiliki tiga basis ISO, yakni ISO 800, ISO 4.000, dan ISO 12.800.
Konfigurasi tersebut dirancang agar performa perekaman di lingkungan gelap tetap optimal.
Sony mengklaim FX5 mampu menghadirkan dynamic range lebih dari 15 stop sehingga detail pada area terang maupun gelap dapat dipertahankan dengan lebih baik.
Di sektor autofokus, FX5 memanfaatkan teknologi AI yang mampu mengenali pose tubuh manusia untuk meningkatkan akurasi pelacakan subjek.













































Discussion about this post