Meski demikian, belum diketahui apakah akuisisi ini akan memengaruhi kontrak penyewaan pusat data milik SpaceX.
Saat ini perusahaan diketahui memiliki kerja sama dengan Anthropic dan Google, anak usaha Alphabet, untuk penyewaan kapasitas komputasi awan dengan nilai gabungan sekitar 26 miliar dolar AS per tahun.
Menariknya, kedua kontrak tersebut memiliki klausul penghentian selama 90 hari.
Artinya, SpaceX dapat mengambil kembali kapasitas komputasinya dalam waktu relatif singkat apabila dibutuhkan oleh divisi perangkat lunak yang baru diakuisisi.
Di sisi lain, valuasi SpaceX yang telah menembus lebih dari 2 triliun dolar AS masih sangat bergantung pada prospek pertumbuhan jangka panjang.
Perusahaan tersebut juga masih mencatatkan kerugian besar akibat belanja infrastruktur yang sangat agresif.
Sepanjang 2025 hingga 2026, total kerugian gabungan SpaceX dilaporkan telah melampaui 9 miliar dolar AS.
Namun, setelah lebih dahulu menggabungkan xAI dan kini mengambil alih Anysphere, langkah terbaru ini memperlihatkan bahwa Elon Musk semakin serius menjadikan kecerdasan buatan sebagai fondasi utama strategi bisnis digital SpaceX pada masa depan.(*)


















































Discussion about this post