Bersama OpenAI dan Anthropic, perusahaan tersebut menjadi salah satu startup Silicon Valley yang berhasil memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi proses pemrograman dan menarik minat pasar korporasi.
Berdasarkan data yang sebelumnya dibagikan kepada Reuters, Cursor kini membukukan pendapatan bisnis ke bisnis (B2B) tahunan sekitar 2,6 miliar dolar AS.
Penjualan ke segmen perusahaan juga disebut mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.
Platform tersebut telah digunakan oleh berbagai perusahaan teknologi global, seperti Stripe, Adobe, dan NVIDIA.
Bahkan, CEO NVIDIA, Jensen Huang, pernah menyebut Cursor sebagai layanan AI enterprise favoritnya.
Akuisisi ini juga akan memperkuat posisi xAI, perusahaan AI milik Elon Musk yang telah bergabung dengan SpaceX sejak Februari lalu.
Selama ini, xAI dinilai masih tertinggal dibandingkan sejumlah pesaing dalam pengembangan AI untuk membantu proses pemrograman.
Selain memperluas pasar, Cursor juga akan memperoleh akses terhadap kapasitas komputasi yang jauh lebih besar.
Dalam pernyataan yang disampaikan SpaceX pada April lalu, perusahaan menjelaskan, “Kombinasi produk unggulan Cursor dan distribusinya kepada para insinyur perangkat lunak profesional dengan superkomputer pelatihan Colossus milik SpaceX yang setara satu juta GPU H100 akan memungkinkan kami membangun model AI paling bermanfaat di dunia.”
Kolaborasi antara kedua perusahaan sebenarnya telah dimulai sejak awal 2026.
Pada Maret 2026, dua pimpinan divisi rekayasa produk Cursor bahkan bergabung dengan SpaceX untuk mendukung proyek eksplorasi Bulan sekaligus pengembangan xAI.


















































Discussion about this post