“Teknologi jarang menjadi masalah jika berdiri sendiri.”
“Tantangan sebenarnya adalah memastikan organisasi siap menghadapinya — dengan merancang ulang alur kerja, memperjelas tanggung jawab, serta memastikan tata kelola dan struktur tim telah siap sebelum tekanan untuk melakukan ekspansi muncul.”
Ia menambahkan bahwa perusahaan yang mampu meraih manfaat terbesar dari AI adalah mereka yang menjadikan teknologi tersebut sebagai peluang untuk mendesain ulang cara kerja organisasi, bukan sekadar alat otomatisasi.
“Mereka yang akan berhasil adalah mereka yang memandang AI sebagai kesempatan untuk merancang ulang cara mereka beroperasi, bukan hanya bagian mana yang bisa diotomatisasi. Di situlah nilai jangka panjang akan tercipta.”
Untuk menghasilkan manfaat jangka panjang tersebut, perusahaan telekomunikasi perlu menjembatani kesenjangan antara ambisi bisnis dan realitas operasional di lapangan.
Pendekatan itu telah diterapkan Designit dalam kolaborasinya dengan Odido di Belanda.
Melalui model studio terintegrasi, Designit bekerja langsung bersama tim bisnis dan teknologi informasi Odido untuk mengubah AI dari sekadar alat terpisah menjadi kemampuan lintas fungsi yang dapat dikembangkan dalam skala besar.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan transformasi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan.
Lebih dari itu, keberhasilan sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam menyesuaikan struktur kerja, budaya, tata kelola, dan strategi bisnis agar selaras dengan perubahan yang dibawa oleh AI.















































Discussion about this post