Banyak organisasi mulai menyadari bahwa AI membutuhkan perubahan besar dalam cara bisnis dijalankan.
Namun, hanya sekitar 11 persen responden yang menganggap perombakan struktur organisasi sebagai prioritas utama.
Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan masih berfokus pada teknologi, tetapi belum memberikan perhatian yang cukup terhadap kesiapan internal perusahaan.
Di sektor telekomunikasi, keberhasilan AI sering kali diukur dari seberapa cepat teknologi diterapkan dan berapa banyak proses yang berhasil diotomatisasi.
Padahal, ukuran tersebut belum tentu mencerminkan keberhasilan yang sesungguhnya.
Ketika organisasi tidak dirancang untuk menyerap perubahan teknologi baru, berbagai proyek percontohan AI cenderung mengalami stagnasi.
Akibatnya, kesenjangan antara janji besar AI dan manfaat nyata yang dihasilkan menjadi semakin terlihat.
Direktur Insights and Strategy Design Designit, Jakob Voldum, menilai bahwa industri telekomunikasi merupakan salah satu lingkungan bisnis paling kompleks untuk mengintegrasikan AI.
“Telekomunikasi adalah salah satu lingkungan paling kompleks untuk menerapkan AI.”
“Mengelola infrastruktur lama, tekanan regulasi, dan kebutuhan melayani jutaan pelanggan setiap hari berarti ruang untuk kesalahan dalam implementasi AI yang tidak dipersiapkan dengan baik sangatlah sempit.”
Menurut Jakob, banyak operator mulai mengadopsi AI tanpa memiliki gambaran yang jelas mengenai indikator keberhasilannya.
Dalam kondisi seperti itu, percepatan implementasi hanya akan mempercepat ketidaksesuaian antara tujuan dan pelaksanaan.















































Discussion about this post