Prabowo mendorong agar teknologi yang dikembangkan melalui penelitian segera diterapkan di lingkungan masyarakat, terutama untuk membantu mengatasi masalah sampah di tingkat rumah tangga dan desa.
Menindaklanjuti arahan tersebut, BRIN berencana bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk melibatkan perguruan tinggi dalam membantu penanganan sampah di berbagai desa.
Arif menegaskan bahwa BRIN berperan dalam menghasilkan penelitian dan prototipe teknologi, sedangkan penerapan hasil inovasi tersebut perlu didorong agar benar-benar dapat digunakan oleh masyarakat.
“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana teknologi-teknologi level rumah tangga dan level desa ini segera diimplementasikan. Karena BRIN memang bukan lembaga yang memang bertugas memproduksi. Kita hanya membuat prototype, tapi kita ingin memastikan bahwa prototype yang kita buat ini membawa manfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan turut mendukung gerakan ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo, sekaligus memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih melalui solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Sehingga gerakan ASRI dari Bapak Presiden ini benar-benar bisa kita lakukan dengan baik, sesuai dengan harapan,” ucap Kepala BRIN.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah mendorong agar riset dan inovasi nasional semakin terhubung dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Mulai dari perlindungan hutan, pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi, pengembangan vaksin malaria, hingga penanganan sampah, hasil penelitian diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi strategis untuk memperkuat kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.(*)

















































Discussion about this post