“Jadi ekspor kita akan pacu dari seluruh sektor, termasuk manufaktur, sehingga berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor nanti akan kita debottlenecking yang sudah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui satgas,” tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah memastikan ketahanan ekonomi domestik tetap menjadi perhatian utama di tengah ketidakpastian global.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa menjadi faktor eksternal yang perlu terus dipantau karena berpotensi memengaruhi kondisi perekonomian Indonesia.
Meski menghadapi tekanan dari luar negeri, Suahasil menilai aktivitas ekonomi dalam negeri masih menunjukkan daya tahan yang kuat, baik dari sisi makroekonomi maupun transaksi masyarakat.
“Ini semuanya memiliki dampak di global yang pasti akan terkena dampak ke Indonesia. Kami melaporkan kepada Bapak Presiden kondisi ekonomi makro masih sangat resilient, kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilient. Jadi kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan,” ungkapnya.
Selain menjaga ketahanan ekonomi, Kementerian Keuangan juga melakukan penelaahan terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjelang akhir 2026.
Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan anggaran digunakan secara efektif dan efisien, tanpa mengurangi peran belanja pemerintah dalam menopang aktivitas ekonomi.
“Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan adalah bagian dari langkah-langkah akhir tahun yang memang secara rutin dilakukan untuk memastikan anggaran itu terlaksana namun tetap dilaksanakan dengan efisien,” jelasnya.

















































Discussion about this post