“Beliau sangat apresiasi dengan upaya kita dalam rangka membersihkan ekosistem haji maupun umrah dari kartel-kartel, dari beberapa pelanggaran-pelanggaran, dari kecurangan-kecurangan yang semuanya bermuara pada kerugian bagi calon jemaah,” ujar Irfan.
Menurut Irfan, dukungan Presiden menjadi dorongan bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk memperkuat penertiban terhadap berbagai persoalan dalam penyelenggaraan haji dan umrah.
“Mudah-mudahan dengan apresiasi dari beliau, kita akan membuat semakin semangat untuk membersihkan apapun yang terkait dengan haji dan umrah, supaya jemaah tidak terugikan. Sapu, istilah beliau adalah sapu sajalah semua kartel-kartel dan mafia-mafia yang terkait dengan haji dan umrah,” lanjutnya.
Presiden juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keuangan yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dahnil mengatakan Prabowo meminta agar pengelolaan keuangan haji segera menjalani audit forensik untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi keuangan yang sebenarnya.
“Presiden tadi mendorong supaya keuangan haji itu segera dilakukan audit forensik terhadap tata kelola keuangan haji,” kata Dahnil.
Audit tersebut diarahkan sebagai bagian dari upaya membangun kembali tata kelola keuangan haji agar lebih transparan dan dapat mendukung kepentingan jemaah dalam jangka panjang.
“Karena Presiden ingin tahu fakta sebenarnya seperti apa kondisi keuangan haji yang sebenar-benarnya,” ucap Dahnil.
Tindak lanjut audit akan dikoordinasikan bersama pihak-pihak terkait, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP.















































Discussion about this post