“Generasi yang mencintai bangsa dan negaranya, generasi yang memiliki integritas pribadi yang kuat, mereka adalah pemilik masa depan,” katanya.
Zulhas menilai kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas harus terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun tempat tinggal.
“Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar, atau keluarga yang mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan. Pendidikan adalah hak untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Karena itu, PAN menyatakan dukungannya terhadap sejumlah program pendidikan pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Transformasi.
“Untuk itulah kita dukung Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda Transformasi. Kami ingin anak muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton perubahan dunia, mereka harus menjadi pelakunya, muda, berdaya, dan mengubah Indonesia,” tandasnya.
Dalam forum HUT ke-28 PAN tersebut, isu pendidikan dan nilai perjuangan menjadi dua pesan yang disampaikan di hadapan para peserta sebagai bagian dari pembahasan mengenai arah pembangunan dan masa depan generasi Indonesia.(*)


















































Discussion about this post