Pemerintah, kata Prabowo, perlu menghadirkan solusi bagi masyarakat agar kebutuhan pembukaan lahan tidak berujung pada penggunaan api yang berpotensi menimbulkan karhutla.
Penanganan karhutla juga dinilai tidak dapat dilakukan hanya ketika kebakaran telah terjadi, mengingat kondisi rawan masih diperkirakan berlangsung dalam sekitar satu setengah bulan mendatang.
“Kita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,” ujar Presiden.
Karena itu, Prabowo meminta jajaran pemerintah mempertahankan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sistem mitigasi agar penanganan pada periode berikutnya tidak mengulang kelemahan yang ditemukan saat ini.
“Dan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,” tegas Presiden.
Perhatian Presiden terhadap karhutla juga berkaitan dengan dampaknya yang dapat meluas melampaui wilayah Indonesia, termasuk berpotensi mengganggu negara-negara tetangga ketika asap kebakaran menyebar lintas batas.
“Kita sudah bekerja maksimal untuk mitigasi masalah-masalah ini,” ungkap Presiden.
Melalui penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti melanggar, evaluasi regulasi, pencabutan izin, serta dukungan pembukaan lahan bagi masyarakat, pemerintah diarahkan untuk membangun pendekatan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mencegah kebakaran sejak awal.


















































Discussion about this post