Menurutnya, keanggotaan Indonesia merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara yang memiliki peran besar dalam perekonomian dan tata kelola dunia.
“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk hadir di sini dan bergabung dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah anggota baru BRICS, dan kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, yang mewakili separuh dari populasi manusia,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menilai kekuatan negara tidak semata-mata ditentukan oleh pengaruh geopolitik atau kapasitas ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Pangan, energi, pendidikan, dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan disebut sebagai fondasi utama bagi terbentuknya negara yang tangguh.
“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita—lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tuturnya.
Pandangan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya ketahanan nasional sebagai dasar bagi setiap negara untuk menentukan kebijakan dan masa depannya tanpa ketergantungan berlebihan kepada kekuatan tertentu.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak ingin berada dalam posisi yang mudah didikte oleh pihak lain.


















































Discussion about this post