Sebelum agenda utama dimulai, Presiden Prabowo bergabung dengan para pemimpin negara lainnya di ruang tunggu naratetama.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan para pemimpin untuk saling menyapa sekaligus bertukar pandangan mengenai perkembangan dan persoalan internasional yang sedang dihadapi dunia.
Agenda kemudian berlanjut ke Summit Hall melalui sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” atau “Tata Kelola Global yang Inklusif dan Penguatan Multilateralisme”.
Dalam sesi tersebut, PM Modi menegaskan bahwa kepemimpinan India di BRICS pada 2026 diarahkan pada pendekatan yang menempatkan masyarakat dan nilai kemanusiaan sebagai pusat kerja sama.
“Saya sangat senang menyambut Anda semua di India. Kepemimpinan India di BRICS didasarkan pada pendekatan yang berpusat pada masyarakat dan mengutamakan kemanusiaan. Ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan senantiasa menjadi prioritas kami,” ucap PM Modi.
Presiden Prabowo kemudian menyampaikan apresiasi kepada India sebagai tuan rumah KTT sekaligus kepada PM Modi atas kepemimpinannya selama memimpin BRICS.
“Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti posisi Indonesia sebagai anggota baru BRICS.


















































Discussion about this post