Pada saat yang sama, Indonesia tetap membuka pintu bagi kerja sama perdagangan, investasi, teknologi, energi, serta berbagai bidang strategis dengan negara mana pun selama memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.
Pandangan Indonesia itu mendapat konteks yang lebih luas ketika Putin menyampaikan penilaiannya mengenai posisi Jakarta dalam percaturan internasional.
Putin menilai Indonesia memiliki bobot geopolitik dan ekonomi yang besar, sehingga setiap perkembangan penting di berbagai belahan dunia perlu mempertimbangkan posisi Indonesia.
Presiden Rusia tersebut secara khusus menyoroti besarnya populasi Indonesia sekaligus statusnya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
“Saya ingin menarik perhatian pada fakta berikut, bahwa Indonesia bukan hanya negara terbesar dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia. Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, Anda harus memperhitungkan hal ini juga,” ungkap Putin.
Pernyataan Putin tersebut memperlihatkan bagaimana Rusia memandang Indonesia bukan sekadar sebagai mitra bilateral, tetapi sebagai salah satu negara penting yang memiliki pengaruh dalam konfigurasi global.
Indonesia sendiri memiliki posisi strategis karena berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik serta memiliki hubungan dengan berbagai kelompok ekonomi dan kekuatan dunia.
Dalam situasi geopolitik yang bergerak menuju tatanan multipolar, posisi seperti itu memberi Jakarta ruang untuk menjalankan diplomasi yang fleksibel sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional.



















































Discussion about this post