Sikap tersebut juga diterapkan Indonesia dalam hubungan ekonomi dan perdagangan yang terus berkembang dengan berbagai mitra internasional.
Prabowo mengatakan Indonesia ingin menjaga independensi ekonominya sembari memberikan ruang seluas-luasnya bagi negara-negara sahabat untuk membangun kerja sama.
“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Hal ini sangat terbuka sejak hari pertama. Dalam semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka mengetahui hal ini dan kami menawarkan perdagangan yang adil,” imbuh Kepala Negara.
Bagi Indonesia, keterbukaan bukan berarti memilih satu blok untuk menghadapi blok lainnya, melainkan memastikan setiap negara yang ingin menjalin hubungan dengan Jakarta memperoleh kesempatan yang sama.
Prabowo menegaskan prinsip tersebut menjadi bagian penting dari cara Indonesia menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan dunia tanpa kehilangan kebebasan dalam menentukan kepentingan nasional.
“Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil. Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” tutur Prabowo.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia berusaha mempertahankan politik luar negeri yang tidak terseret ke dalam rivalitas antarkekuatan besar yang semakin kompleks.



















































Discussion about this post