Prabowo secara khusus menekankan pentingnya konektivitas serta kerja sama maritim bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting,” ungkap Presiden.
Menurut Prabowo, perkembangan hubungan Indonesia dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang semakin positif, terutama dalam sektor ekonomi dan perdagangan.
Karena itu, pemerintah Indonesia membuka ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang yang dapat menghasilkan manfaat bersama.
“Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita,” tutur Presiden Prabowo. “Kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini,” lanjutnya.
Pernyataan kedua pemimpin tersebut memperlihatkan adanya kesamaan pandangan mengenai pentingnya memperkuat hubungan Indonesia-Rusia melalui kerja sama yang lebih konkret.
Bagi Indonesia, penguatan hubungan dengan Rusia juga membuka peluang untuk memperluas akses perdagangan, investasi, teknologi, energi, dan konektivitas di kawasan Eurasia serta Asia Pasifik.
Sementara bagi Rusia, kedekatan dengan Indonesia memberikan jalur penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik dengan salah satu negara berpengaruh di ASEAN.
Pertemuan Prabowo dan Putin di Vladivostok pada akhirnya tidak hanya mempertegas hubungan persahabatan yang telah berlangsung puluhan tahun, tetapi juga menandai ambisi kedua negara untuk membawa kemitraan strategis tersebut ke tingkat yang lebih luas dan produktif.(*)



















































Discussion about this post