Hubungan Jakarta dan Moskwa juga terus diperkuat melalui berbagai forum internasional, termasuk kerja sama di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Putin berharap pertemuan langsung dengan Prabowo di Vladivostok dapat menghasilkan momentum baru untuk mempercepat perkembangan hubungan kedua negara.
“Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru kepada hubungan bilateral antara kedua negara kita,” pungkas Presiden Putin.
Prabowo dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Rusia juga menempati posisi penting dalam hubungan luar negeri Indonesia.
Menurut Prabowo, kedekatan kedua negara bukan hubungan yang baru terbentuk, melainkan telah dibangun selama lebih dari lima dekade melalui berbagai fase perkembangan hubungan bilateral.
“Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari 5 dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu,” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan Indonesia untuk hadir dalam Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok.
Prabowo melihat forum tersebut bukan sekadar pertemuan ekonomi, tetapi juga memiliki peluang menjadi penghubung bagi peningkatan konektivitas dan kerja sama antarkawasan.
“Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita,” ucap Presiden.
Dalam pandangannya, kedekatan geografis Indonesia dan Rusia dengan kawasan Pasifik memberikan ruang besar bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi.



















































Discussion about this post