Tawaran tersebut akan dipelajari lebih mendalam oleh pemerintah Indonesia sebelum menentukan bentuk pemanfaatan teknologi dan kapal tersebut.
Presiden Prabowo juga akan mengirimkan tim untuk melihat secara langsung teknologi yang ditawarkan sekaligus mengkaji potensi penerapannya bagi kebutuhan industri perikanan Indonesia.
Jika terealisasi, teknologi tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah hasil perikanan karena proses pengolahan dapat dilakukan lebih dekat dengan sumber tangkapan.
Pada sisi perdagangan, Indonesia dan Rusia juga tengah melihat peluang yang lebih besar melalui rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan kawasan Eurasia.
Langkah tersebut dinilai dapat menciptakan akses pasar yang lebih luas sekaligus memberikan ruang baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan Rusia serta negara-negara dalam kawasan Eurasia.
Optimisme tersebut semakin kuat setelah perdagangan Indonesia dan Rusia disebut mengalami pertumbuhan lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.
Rosan melihat kondisi itu sebagai momentum yang tepat untuk memperluas hubungan ekonomi kedua negara dari sekadar perdagangan menuju kemitraan investasi dan kerja sama industri.
“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” pungkas Rosan.
Berbagai agenda tersebut memperlihatkan bahwa pertemuan Prabowo dan Putin diarahkan untuk menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan memiliki dampak langsung terhadap sektor ekonomi.



















































Discussion about this post