“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ungkapnya.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan rencana tersebut juga sejalan dengan arahan Danantara agar perusahaan tidak hanya berorientasi pada penguatan kapasitas domestik, tetapi turut membangun jejak bisnis di pasar internasional.
Vladivostok menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian karena letaknya menghadap langsung ke kawasan Pasifik yang selama ini memiliki arti penting bagi aktivitas perdagangan Pupuk Indonesia.
“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Dirut Pupuk Indonesia.
Selain peluang investasi pupuk, pertemuan Prabowo dan Putin juga menghasilkan pembahasan menarik mengenai pengembangan teknologi perkapalan untuk mendukung sektor perikanan Indonesia.
Rosan mengungkapkan bahwa Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pengolahan hasil tangkapan ikan secara langsung.
“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.



















































Discussion about this post