Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat menjadi semakin penting karena penanganan karhutla membutuhkan kombinasi antara kekuatan negara, kesiapan personel, dukungan teknologi, serta pengetahuan masyarakat yang memahami karakter wilayahnya.
Keterlibatan masyarakat adat juga dapat memperkuat upaya pencegahan sejak tingkat lokal, terutama karena mereka memiliki pengalaman turun-temurun dalam mengenali kondisi lingkungan dan mengelola kawasan tempat tinggalnya.
Pertemuan Presiden Prabowo dan Panglima Jilah dengan demikian tidak hanya menyoroti respons terhadap kebakaran yang sudah terjadi, tetapi juga memperlihatkan pentingnya membangun sistem pencegahan yang melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga hutan dan lahan.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa perlindungan lingkungan di Kalimantan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan agar ancaman karhutla dapat ditekan secara berkelanjutan.(*)














































Discussion about this post