Menurut Presiden, salah satu persoalan terbesar yang masih dihadapi petani adalah sulitnya memperoleh pembiayaan yang terjangkau.
Akibat kebutuhan hidup selama masa tanam, tidak sedikit petani yang akhirnya terpaksa meminjam uang kepada rentenir dengan bunga tinggi.
Karena itu, pemerintah ingin setiap desa memiliki koperasi simpan pinjam yang mampu menyediakan akses pembiayaan murah bagi masyarakat.
“Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” tegas Presiden.
Presiden juga memastikan seluruh barang bersubsidi dari pemerintah akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus, barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” tegas Presiden.
Tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, pemerintah juga menyiapkan penguatan koperasi nelayan melalui penyediaan gudang pendingin, pabrik es, hingga kapal penangkap ikan yang akan dikelola secara koperasi.
Skema tersebut dirancang sebagai pembiayaan produktif yang dapat dicicil kembali dari hasil usaha para nelayan sehingga menciptakan sistem ekonomi yang berkelanjutan.
Presiden memproyeksikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp223 triliun setiap tahun di kawasan pedesaan.

















































Discussion about this post