“Peta Jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret,” ungkap Presiden Prabowo.
Di sektor ketahanan pangan, Indonesia dan Belarus sepakat memperkuat kerja sama dalam pengembangan pertanian modern, produksi pupuk, teknologi pertanian, hingga pemanfaatan alat berat guna mendukung pembangunan pangan yang berkelanjutan.
Kedua negara juga berkomitmen memperluas kerja sama ekonomi melalui pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta peningkatan kolaborasi di bidang teknologi.
Dalam sektor perdagangan, Presiden Prabowo mengapresiasi rampungnya proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement oleh Belarus.
“Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut,” ucap Presiden Prabowo.
Selain itu, Indonesia dan Belarus melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi bersama melalui pembentukan joint venture pada sektor manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri.
Kerja sama di bidang sosial, budaya, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian kedua pemimpin melalui penguatan pertukaran budaya, kerja sama antarlembaga pendidikan, dan program pendidikan vokasi.
Dalam pembahasan yang lebih luas, Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko turut bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan global.
Keduanya menegaskan komitmen bersama untuk terus mendukung terciptanya perdamaian dunia serta menjaga stabilitas internasional.
Menutup rangkaian kunjungan kenegaraan, kedua kepala negara menyampaikan pernyataan pers bersama sebelum menghadiri jamuan santap siang kenegaraan di Istana Negara, Jakarta.


















































Discussion about this post